Wednesday, February 08, 2006

mengapa gubernur kita begitu tolol?

lagi2 gubernur bodoh itu bikin ulah. sejak tgl 4 februari lalu dia memberlakukan beberapa aturan yang tujuannya mengurangi tingkat polusi jakarta. aturannya adalah:

- larangan merokok di semua tempat umum, kecuali di tempat2/area yang dikhususkan untuk merokok. yang melanggar didenda 50 juta atau kurungan maksimal 6 bulan!
- aturan bahwa semua mobil pribadi harus melalui uji emisi. mobil yang lolos uji emisi akan dipasangi stiker. yang tidak punya stiker (tidak lulus uji emisi) bisa didenda.

lihatlah betapa TOLOLnya gubernur kita itu.

larangan merokok di tempat umum yang di dalam ruangan memang betul. harus ada yang melindungi hak orang2 yang tidak merokok untuk mendapat udara segar. tapi kalau di luar ruangan, kategori tempat mana yang boleh dan tidak boleh? aturannya sendiri belum jelas (bahkan gubernur sendiri mengaku kalo dia juga bingung gimana menerapkannya). see, tolol banget kan?! aturannya belum jelas, tapi udah dinyatakan efektif. gak heran kalo akhirnya pelaksanaannya ditunda 2 bulan lagi, dengan alasan bahwa cara/juklak untuk menindak pelanggar belum diatur. preeett!!!

lalu, semua mobil pribadi harus melalui uji emisi. ini lebih telak menunjukkan bahwa gubernur kita itu nggak punya otak, nggak peka, dan bodoh. sekali lagi bodoh!

jelas2an kalo di jakarta sumbangan mobil pribadi terhadap tingkat polusi bisa jadi nggak sampai 10%. 90%nya adalah bus, truk, mobil box, dan kendaraan2 2-tak keparat yang asep bensin campurnya kemana2, termasuk BAJAJ!

Image hosting by Photobucket

tanyakan saja ke warga jakarta, mana yang lebih mengganggu: polusi bus, truk, bajaj, dll itu atau asap rokok dan emisi mobil pribadi? secara jutaan warga setiap hari naik motor harus berhadapan sama moncong2 knalpot2 bus dan 2-tak keparat penyebar racun. belum lagi yang naek turun kendaraan umum, yang jalan kaki, dan yang kerja di pinggir jalan. bukankah justru bus2 dan truk2 itu yang harus uji emisi? bajaj juga udah saatnya dijadikan rumpon--secara sangat mengganggu secara suara, polusi, kehadiran, dan tindak tanduknya--dan digantikan dengan kendaraan lain.

lihatlah betapa gubernur kita itu nggak bisa nyusun prioritas. yang diutamain cuma proyek2 berbudget milyaran. pembangunan kosmetik. hiperrealitas. sementara yang menyangkut masyarakat kelas menengah dan bawah selalu jadi nomer sekian.

huhh.. sampai kapan jakarta harus dipimpin oleh gubernur nggak becus itu???